KnowledgesUncategorized

4 Macam Teh Berdasarkan Proses Pengeringan: Keajaiban Teh Hijau, Teh Putih, Teh Oolong, dan Teh Hitam

Sajian teh (Sumber gambar: pixabay.com)

Kebiasaan meminum teh telah menjadi budaya di berbagai belahan dunia, salah satunya di Jepang. Teh memiliki sejarah panjang yang menarik dalam hal pengolahan dan penyajian. Berbeda jenis pengolahan akan menghasilkan jenis teh yang berbeda pula.

Salah satu aspek yang paling krusial dalam proses pembuatan teh adalah metode pengeringan daun teh. Proses pengeringan ini memainkan peran penting dalam membentuk karakteristik berbeda-beda antar teh yang kina nikmati dari segi rasa, aroma, dan aftertaste sepatnya. Artikel ini akan menjelaskan berbagai ragam teh berdasarkan proses pengeringan, mulai dari teh teh hijau yang segar, hingga teh hitam yang kuat.

Segarnya Kepahitan Tanpa Oksidasi dari Teh Hijau

Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang paling terkenal di seluruh dunia. Proses pengeringan teh hijau berbeda dengan ketiga jenis teh lainnya karena prinsip pengeringannya yaitu untuk meminimalkan oksidasi daun teh.

Adapun cara pengolahan teh hijau yaitu setelah memetik daun teh, langkah pertama dalam pembuatan teh hijau adalah menghentikan oksidasi enzimatik dengan cepat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukus daun teh atau menggorengnya dalam wajan panas. Proses ini membantu menjaga kandungan polifenol dan klorofil yang tinggi dalam teh hijau, memberikan teh hijau dengan warna hijau cerah, rasa pahit yang menyegarkan, dan aroma yang khas.

Pengeringan yang berikutnya adalah dengan mengeringkan daun di bawah sinar matahari atau pengeringan udara panas rendah, menghilangkan kelembaban dari daun teh. Hasilnya adalah teh hijau dengan karakteristik yang unik dan seimbang, seringkali memiliki sentuhan manis dan vegetal yang merangsang lidah. Teh jenis ini memiliki tingkat kafein yang lebih rendah daripada teh hitam, sehingga membuatnya menjadi pilihan populer bagi para penikmat teh yang mencari alternatif teh rendah kafein yang menyegarkan.

Kebaikan Alami dengan Sedikit Intervensi dari Teh Putih

Teh putih adalah jenis teh yang paling minim proses pengolahannya, sehingga kandungan alaminya banyak terjaga. Bedanya teh hijau dan teh putih yaitu teh putih berasal dari tunas atau daun muda sedangkan teh hijau dari daun teh yang tumbuh selanjutnya.

Proses pengeringan teh putih lebih sederhana daripada teh jenis lainnya, yang memberikan teh putih keaslian yang luar biasa. Setelah pemetikan daun teh dengan hati-hati, teh putih hanya mengalami pengeringan alami di bawah sinar matahari atau di dalam ruang yang terkontrol. Metode pengeringan ini memungkinkan teh putih untuk mempertahankan warna, aroma, rasa dan aftertaste yang alami.

Teh putih terkenal paling murni dengan rasa yang ringan dan seimbang. Rasa teh putih umumnya memiliki sentuhan manis, bunga atau buah yang ringan serta aroma yang segar. Kandungan kafein pada teh putih rendah, sehingga teh putih sering dikadikan pilihan yang cocok untuk dinikmati setiap hari.

Keindahan Oksidasi yang Terkendali dari Teh Oolong

Teh ini terkenal sebagai teh “semi-oksidasi”, yaitu teh yang menawarkan kesempurnaan antara teh hitam dan teh hijau. Proses pengeringan teh oolong lebih kompleks dibandingkan dengan teh hijau dan teh putih.

Adapun proses pengolahan teh oolong yaitu setelah daun teh dipetik, langkah penting dalam pembuatan teh oolong adalah proses bezakan atau penggulungan. Pada tahap ini, daun teh digulung atau dubezakan secara hati-hati untuk merusak sel-selnya. Hal ini memungkinkan sebagian daun teroksidasi sementara sebagian lainnya tetap tidak teroksidasi. Tingkat oksidasi ini dapat bervariasi, menghasilkan berbagai jenis teh oolong mulai dari yang ringan hingga yang lebih dalam dan berwarna cokelat tua.

Setelah proses bezakan selesai, daun teh oolong dikeringkan dengan hati-hati untuk menghentikan proses oksidasi. Hasilnya adalah teh oolong dengan karakteristik yang unik mencakup berbagai rasa dan aroma, termasuk bunga, buah, kayu dan bahkan rasa tumbuhan. Tingkat kafein dalam teh oolong juga berada antara teh hijau dan teh hitam, membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi para pencinta teh yang mencari varian rasa yang lebih kompleks.

Teh Hitam, Teh dengan Oksidasi Penuh

Teh hitam, atau yang terkenal sebagai “Teh Merah” dalam bahasa tionghoa, adalah jenis teh yang mengalami oksidasi penuh sebelum proses pengeringan.

Cara pengolahannya yaitu setelah daun teh dipetik, dilakukan proses kempa untuk merusak sel-selnya, sehingga oksidasi terjadi secara merata. Kemudian daun teh mengalami perubahan warna menjadi cokelat atau hitam dan menghasilkan senyawa yang memberikan rasa yang kuat dan tajam.

Setelah oksidasi selesai, dilakukan proses pengeringan daun teh untuk menghilangkan kelembaban. Proses ini menghasilkan teh hitam dengan rasa yang penuh dan berwarna gelap. Rasa teh hitam seringkali lebih kuat dan astringent daripada teh jenis lainnya. Teh hitam mengandung kafein yang lebih tinggi daripada teh hijau. Ini menjadikannya minuman yang populer bagi mereka yang mencari dorongan energi yang kuat.

Simpulan

Gambar teh dalam kantong (Sumber: pixabay.com)

Proses pengeringan adalah salah satu tahap krusial yag dapat menentukan jenis teh. Pencinta teh yang mencari kesegaran dapat menikmati teh hijau. Penikmat teh yang menyukai teh yang rasanya ringan bisa mengonsumsi teh putih. Untuk rasa yang sedikit lebih komplakes, parapencinta teh dapat memilih teh oolong. Sementara itu, untuk rasa yang lebih kuat, teh hitam dengan oksidasi penuhnya dapat dijadikan pilihan.

Dalam dunia teh yang luas ini selalu ada sesuatu untuk semua orang. Pilihan antara teh hijau, teh hitam, teh oolong atau teh hitam. Hal ini tergantung pada preferensi rasa dan aroma masing-masing orang, serta tingkat kafein. Terlepas dari pilihan kita, semua jenis teh memiliki cita rasa tersendiri dan memberikan pengalaman meminum teh yang memuaskan.

Demikianlah penjelasan dari penulis terkait beragam jenis teh berdasarkan proses pengeringannya. Lebih dan kurangnya penulis mohon maaf. Atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *